Memakai Pakaian Hitam Saat Kematian Bukan Ajaran Islam, Itu Perbuatan Batil dan Tercela! NAUDZUBILLAH MIN DZALIK

Kita kerap melihat kira – kira tiap terdapat kematian, banyak orang – orang yang melayat ataupun keluarga yang tengah berduka, memakai baju serba – serbi gelap. apakah syariat islam mengarahkan perihal itu? (Gambar Cover Hanya sebagai Ilustrasi)


melayat orang yang wafat merupakan perbuatan yang disunnahkan sebagaimana sabda rasulullah saw, ”tidaklah seseorang mukmin melayat saudaranya yang tertimpa bencana kecuali allah hendak pakaikan pribadinya dengan perhiasan kemuliaan pada hari kiamat. ” (hr. ibnu majah)


sepatutnya kala seorang yang tertimpa bencana melakukan perihal yang telah dianjurkan syariat, ialah mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun. allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifli khoiron minha (sebetulnya kami kepunyaan allah dan juga sebetulnya kepada – nya kami dipulangkan. ya allah berilah saya pahala dalam musibahku ini dan juga berilah saya pengganti yang lebih baik).


bila dia mengucapkannya dengan penuh keimanan dan juga mengharap pahala, allah subhanahu wa taala hendak membalasnya dengan pahala dan juga membagikan pengganti yang lebih baik.


diantara yang banyak dicoba orang – orang yang tiba melayat ke keluarga sang mayit merupakan menggunakan baju bercorak gelap bagaikan ungkapan perasaan mereka yang ikut pula berduka dengan bencana yang terjalin.


sementara itu memakai baju gelap kala melayat menggambarkan masalah batil dan juga tercela dalam syariat islam.


didalam buku – buku sejarah dan juga peradaban islam disebutkan kalau baju putih merupakan yang diseleksi buat berkabung di sebagian negara.


imam suyuthi didalam kitabnya “al awa’il” mengatakan kalau yang kesatu digunakan oleh orang – orang abbasiyah merupakan corak gelap kala ibrahim (AL) ‘umawi menewaskan ibrahim seseorang imam yang mengaku khalifah sampai – sampai corak gelap jadi syiar untuk mereka.


terdapat pula yang berkata kalau orang – orang mesir memilah baju bercorak gelap buat menampilkan kesedihan dikala berkabung terhadap orang – orang koptik yang mati pada masa “diokletianus” dimana sebanyak 180. 000 orang – orang kristen disembelih dalam satu hari setelah itu kalangan perempuan mereka menggunakan baju yang bercorak gelap.


ringkasnya kalau tidak ada nash – nash didalam (AL) qur’an dan juga sunnah yang menampilkan pengenaan baju yang bercorak gelap dikala berkabung terhadap seseorang yang wafat. yang terdapat cumalah larangan menggunakan baju yang berlawanan dengan perasaan kesedihan dan juga membiarkan pembatasan itu kepada adat kerutinan. (fatawa (AL) azhar juz x perihal 17)


wallahu a’lam


Sumber : islamdetikini.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel