Cara Membuat Bakpao dan Donut Tanpa Ulen Sudah Terbukti Lembutnyaa. Banyak Yang Berhasil

Bakpao Donut Tanpa Ulen by Yunda Yun Modifikasi


Bahan Biang




  1. 1 sendok makan susu bubuk munjung

  2. 130 ml air hangat kuku jangan kepanasan nanti fermipan mati

  3. 1 sendok makan gula pasir

  4. 1 sendok makan fermipan


Bahan Dough




  1. 250 gram tepung terigu protein tinggi

  2. 1 sendok makan margarin

  3. 1 sendok teh baking powder peres

  4. 1/2 sendok teh garam halus


Cara Membuat Bakpao Donut Tanpa Ulen


Campurkan bahan biang menjadi satu lalu aduk rata kemudian diamkan selama 5 menitan sampai berbusa


Dalam wadah lain campurkan semua bahan dough menjadi satu lalu remas-remas sebentar kemudian tambahkan campuran fermipan tadi aduk rata selama 2 menit, tutup adonan diamkan selama 20 menit


Tekstur adonan memang agak lengket, tapi nanti jangan tambahkan terigu ya


Tinju-tinju adonan untuk membuang anginnya lalu cetak dan jangan lupa tangan kasih terigu supaya nggak lengket karena adonan memang lengket


Untuk donut, cetak dan kasih terigu alasnya supaya nggak lengket kalau di ambil lalu diamkan selama 20 menit kemudian goreng di atas api kecil


Untuk bakpao. cetak dan isi lalu diamkan selama 20 menit kemudian kukus selama 8 menit di atas api sedang, tutupnya dikasih kain (untuk isian bisa di sesuaikan dengan selera)


Catatan :Jangan tambahkan terigu ke dalam adonan ya bund


Selamat mencoba!…


Sumber : facebook


6 Tips Membut Bakpao Lembut, Empuk, dan Lebih Nikmat


Waktu kecil, saya sering beli bakpao yang lewat depan rumah. Bakpao yang dijajakan selalu hangat dan punya banyak macam isian sehingga saya selalu jatuh hati dan tidak pernah bosan untuk menyantapnya. Namun akhir-akhir ini, saya agak kesulitan menemukan penjual bakpao keliling karena banyaknya jajanan lain yang lebih hits. Bakpao sekarang ini lebih gampang ditemui di toko atau restoran tertentu saja dan pastinya dengan harga yang lumayan mahal.


Suatu hari saya ngidam menyantapnya dan memutuskan untuk membuat bakpao sendiri di rumah. Bahan-bahan yang digunakan tak jauh beda dengan adonan roti, plus anda bisa membuat isiannya dengan bahan dan rasa favorit. Namun, bakpao yang sukses pastinya harus terasa lembut dan empuk ya. Tak perlu khawatir karena meski baru pertama kali buat, anda juga bisa membuat bakpao yang nikmat. Bagaimana caranya? Simak tips berikut!


1. Pakai bahan-bahan berkualitas


Bahan-bahan untuk membuat bakpao dibagi menjadi dua, yakni bahan adonan dan bahan isian. Kalau ingin tekstur bakpaonya lembut dan empuk, maka bahan adonannya pun harus diperhatikan kualitasnya. Bahan adonan terdiri dari terigu, ragi, mentega, dan air. Untuk terigu, pakai tepung tangmien atau terigu protein rendah supaya tekstur bakpao bisa halus dan empuk.


Selain itu, pastikan ragi yang dipakai pun masih aktif bekerja. Cara mengeceknya, masukkan ragi (sesuai takaran) ke dalam air hangat kuku. Aduk dan perhatikan jika ada gelembung udara yang menandakan ragi masih aktif. Jika tak ada gelembung, sebaiknya pakai ragi yang lain.


2. Ayak bahan kering 2-3 kali agar ringan


Resep-resep kue seringkali memberi saran untuk mengayak bahan kering sebelum dicampurkan pada bahan basah, tak terkecuali untuk bakpao. Mengayak bahan bertujuan untuk menguraikan bahan-bahan kering yang menggumpal, sehingga adonan akan lebih ringan dan bakpao terasa empuk saat matang nanti. Semakin banyak diayak, misalnya 2-3 kali, tekstur bahan kering akan semakin ringan dan roti bakpao akan lebih empuk.


Baca juga: 3 Tips Membuat Bakpao Putih Bersih dan Tidak Kusam


3. Uleni adonan hingga kalis elastis


Nah, ini rahasia keempukan dan kelembutan bakpao kukus! Sebisa mungkin, uleni adonan hingga kalis elastis sebelum diberi isian. Adonan sudah dianggap kalis elastis jika teksurnya halus, tidak lengket di tangan, dan lentur tidak mudah sobek saat ditarik dari dua sisi. Proses ulen adonan hingga kalis memang tidak sebentar, yakni 7-15 menit tergantung pada besar adonan.


4. Diamkan adonan yang sudah diulen agar lembut


Setelah adonan diuleni alias digulung dan ditarik sana-sini, istirahatkan dahulu adonan (proofing pertama) yang sudah kalis elastis sebelum diberi isian dan dikukus. Tujuannya supaya adonan lebih mudah dibentuk (dipipihkan dan diberi isian) dan teksturnya bisa bagus saat selesai dikukus nanti, yakni lembut dan berserat ketika dirobek. Kalau sudah mengembang, kempiskan lagi adonan dengan memukulnya lalu diamkan lagi untuk tahap proofing kedua.


5. Isi bakpao secukupnya dengan isian yang tak terlalu basah


Bakpao akan terasa lebih nikmat jika isiannya banyak, ya. Namun, kita juga harus perhatikan banyak isian supaya bakpao tidak mudah sobek. Selain banyaknya, perhatikan tekstur isiannya juga, ya. Bakpao bisa diisi dengan tumisan daging dan bawang bombay, pasta kacang hijau, atau pasta coklat. Nah, pastikan tekstur isian tersebut tidak terlalu basah saat akan dimasukkan. Terutama untuk tumisan daging yang umumnya cukup berminyak, sebisa mungkin tumis hingga agak kering dan biarkan dingin sebelum diisi ke dalam bakpao. Sebab, tekstur isian yang basah juga bisa melembapkan bakpao dan membuatnya kurang empuk, lho.


6. Pastikan panci kukus benar-benar panas sebelum adonan masuk


Seperti halnya mengukus kue, panci kukus untuk bakpao juga harus benar-benar panas sebelum adonannya masuk. Sebab, bakpao akan mudah mengerut atau kempis jika suhu panci tidak panas saat adonan masuk. Usahakan air rebusan di bawah dandang (tempat untuk meletakkan adonan nantinya) sudah mendidih dan uap panas mengebul keluar ketika anda membuka tutup pancinya. Masukkan adonan bakpao dan tata supaya tidak terlalu berdekatan. Lapisi tutup panci dengan serbet atau kain yang tidak tembus air, lalu tutup dan kukus bakpao hingga matang.


Nah, bakpaonya sudah jadi nih! Supaya teksturnya tetap lembut dan empuk, bakpao sebaiknya disantap langsung setelah keluar dari panci kukus. Jika dibiarkan terlalu lama, tekstur bakpao yang dingin akan jadi lebih padat dan kaku seperti roti. Selain disantap langsung, anda juga bisa membuatnya jadi frozen food, lho. Jadi setelah diisi dan dilapisi kertas minyak atau daun pisang, lipat adonan bakpao hingga menutup lalu bungkus rapat dengan plastik. Simpan dalam freezer untuk 1-2 minggu ke depan dan kukus terlebih dulu jika ingin disantap.


Sumber : kedaiberita.info

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel