Resep Jus Kurma Susu. Rahasia Puasa Tanpa Lemas

Sekedar sharing ya bunda, khususnya untuk ibu hamil dan ibu menyusi, yang pingin terus menjalankan ibadah puasa, tapi khawatir lemes. Bunda bisa mencoba jus kurma susu yang satu ini. Bunda Ummu Balqis Zalfa yang menulis resep ini sudah membuktikannya sendiri, dari pagi sampai sore ASI masih tetep deraaas, dan bayi juga tidur nyenak. Emaknya juga nggak merasa lemas.


Sesuai namanya, Jus kurma Susu merupakan campuran dari kurma dan susu yang diblender. Minumal ini sudah terkenal memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan jus kurma susu ini sudah terbukti banyak membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Selain memperlancar ASI dan meningkatkan daya tahan tubuh, jus kurma susu ini juga baik untuk penderita asam lambung akut, terutama pada saat puasa.


Jadi, nggak cuma untuk ibu hamil dan menyusui saja, jus kurma susu ini baik untuk semua orang, tua maupun muda. Nah, mumpung di rulah lagi banyak kurma, kita cobain aja resepnya yuk!


Jus Kurma Susu:


Siapkan 7 atau 5 butir kurma buang biji nya (jenis apa aja,yg ajwa lebih bagus)


Rendam dalam air selama 7 jam (Bisa dari isya’ sampai sahur)


Simpan dalam kulkas (suhu ruang pun bisa)


Siapkan susu beruang,UHT,pasteurisasi atau susu segar (tidak disarankan SKM atau susu bubuk karena nilai gizi nya sudah berkurang,melewati banyak proses)


Campur air rendaman kurma (nabeez) plus kurma nya dengan susu (saya pakai setengah kaleng susu beruang), bisa ditambah sedikit madu jika suka manis. Kemudian blender semua bahan sampai tercampur


Siap diminum setelah makan sahur (beri sedikit jeda dengan makan sahur ya.. agar tidak terlalu penuh perutnya)


Insha Allah nggak lemes.


Hak bayi terpenuhi, kewajiban nggak ditinggalkan. Ibu senang,bayi riang.. ups!! Bukan iklan ya bun…


Resep: Ummu Balqis Zalfa


Inilah 6 Tips Memilih Minuman Kemasan yang Aman. Perkembangan teknologi memang menyodorkan kita beragam kemudahan. Namun, faktor kepraktisan yang diberikan minuman kemasan membuat kita “kecanduan” hingga tidak begitu memerhatikan keamanan serta higienitasnya.


Kemasan minuman baru bisa dianggap aman dan layak dikonsumsi kalau tidak terkontaminasi oleh bakteri patogen atau bahaya kimia berbahaya, seperti monomer (zat aditif phthalate yang bisa mencemari kemasan berbahan plastik). Tidak main-main, kedua bahan tersebut mampu memicu kanker, mual, diare, keracunan, TBC, dan kolera, jelas Dr Yadi Haryadi, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor.


Agar tetap aman, berikut tip untuk memilih dan menggunakan minuman dalam kemasan:


1. Pilihlah produk minuman yang tidak memiliki banyak gelembung kecil udara di dalam kemasannya. Karena gelembung udara bisa menjadi indikator bahwa kemasan minuman tersebut terbuat dari bahan yang murah dan tidak berkualitas baik.


2. Untuk minuman dari kotak karton, seperti susu, teh, atau jus buah, pastikan mereka dibungkus dengan menggunakan kemasan tetrapak. Mengapa? Karena kemasan tetrapak telah mengalami proses pensterilan yang terpisah antara bahan dan kemasan, sehingga dapat menekan risiko pencemaran oleh zat tertentu. Selain itu, produk dengan kemasan tentrapak mampu bertahan selama 8-12 bulan setelah tanggal produksi, meski tanpa disimpan di dalam lemari pendingin sekalipun.


3. Hindari meletakkan minuman kemasan (terutama untuk kemasan dari plastik) kita di tempat yang bisa terpapar sinar matahari atau panas dalam waktu yang lama. Sebab peningkatan suhu dapat membuat monomer lebih cepat melakukan pencemaran pada minuman dan mengganggu fungsi estrogen kita.


4. Pastikan bentuk kemasan minuman yang kita beli tidak penyok. Sebab bentuk yang tidak sempurna bisa mengartikan produk tersebut sering terpaparan panas dalam waktu yang lama.


5. Kalau bisa, pilihlah produk dengan kemasan yang terbuat dari botol gelas berkualitas tinggi.


6. Terakhir, selalu perhatikan tanggal kadaluarsa produk terlebih dahulu sebelum membelinya.


Sumber : modernid | kedaiberita.info

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel